Digital Note

Grab a coffe, take a seat, maybe listen to some music and relax by reading our digital daily diary. We want to share our minds and know how with you and the whole world!

Blog phones

Management Bandwidth dengan Queues Tree

Mikrotik yang memang memiliki keunggulan dalam bandwidth management sehingga kita tidak akan mudah kelolosan bandwidth, dengan konfigurasi yang sangat mudah sehingga kita dalam melakukan pembagian bandwidth untuk user kita. Simple queues dan queues tree sama-sama powerfull, namun dari namanya saja kita sudah mengetahui bahwa queues tree lebih powerfull dibandingkan simple queues.

Simple Queues sesuai dengan namanya juga cukup simple dalam meng-configurasinya,namun di simple queues kita tidak bisa mengalokasikan bandwidth khusus untuk icmp sehingga apabila pemakaian bandwidth di client sudah full ping timenya akan naik dan bahkan rto ( request time out ). Berbeda halnya dengan Queue Tree, untuk melakukan konfigurasi sedikit rumit bagi pemula atau kita yang baru belajar Mikrotik, namun di queue tree kita bisa mengalokasikan bandwidth khusus untuk icmp, sehingga walaupun traffik user sudah full untuk ping bisa stabil.

Memonitor Website yang Diakses oleh Client Mikrotik

Metode ini akan memonitor semua akses website yang terjadi oleh client dan direkam ke dalam database, sehingga bisa diolah sesuai keinginan.

untuk memulai proses ini saya asumsikan bahwa mikrotik sudah terkonfigurasi dan klient sudah terhubung dengan internet, baik dengan LAN ataupun hotspot login.

Setting Logging di Mikrotik

Untuk menampilkan atau mengetahui Website yang diakses, gunakan fitur Loggin di Mikrotik, caranya adalah sebagai berikut:

Mengamankan Mikrotik dari Serangan Denial of service attack (DOS)

Salah satu serangan yang dilakukan oleh attacker/hacker untuk melumpukan jaringan komputer adalah dengan melakukan serangan Denial of Service attack. Dimana serangan ini akan membanjiri trafik sehingga komputer/router akan menjadi terambil alih koneksinya kepada komputer yang melakukan serangan DoS sampai dimana proses dari komputer/router meningkat dan bisa mengakibatkan komputer/router menjadi crash. Akibatnya komputer/router target bisa tidak dapat beroperasi.

Pada router MikroTik anda dapat melakukan penanganan dengan cara membatasi koneksi dengan batas koneksi yang diperbolehkan dari suatu alamat IP(internet Protocol).Jadi tiap koneksi yang diterima (Incoming Connection) akan dibatasi dalam melakukan koneksi sehingga tidak akan menyebabkan router mikrotik kehabisan resource.